Railway 3rd edition

Selalu seperti itu.............
Sama seperti episode-episode sebelumnya (railway 1 dan 2), cerita di railway yang ke-3 ini juga berawal dari kegalauan. Jika railway episode 1 terjadi karena kegalauan perayaan ulang tahun, episode ke-2 berawal dari kegalauan tugas kuliah, episode ke-3 ini berawal dari kegalauan ujian akhir semester.
Awal cerita.....
episede ke-3 ini dimulai saat aku membuka mataku dari tidur lelapku kemarin pagi (17/6). Hari itu aku memang sengaja bangun sedikit lebih awal (maklum, ujian) karena rencananya mau belajar buat ujian mata kuliah Mr.D, mata kuliah yang paling membuat semua mahasiswa dag-dig-dug-Duar....karena tidak bisa diprediksi. Alih-alih mau belajar, begitu menyalakan si Nepi coklat kesayangan, gubrakKKK......baru sadar tertulis di sticky note "Jangan lupa Terjemahan, dan Script..besok loh.." Aduh, langsung deh semangat belajar lenyap dan mulai galau. Alhasil aku hanya belajar dalam waktu limabelas menit (belum dikurangi mondar-mandir). Setelah itu, langsung deh tancap gas ngerjain terjemahan dan juga script. Dan akhirnya semua beban itu-pun beres!!!! Galau hilang seketika.....(dalam hati bersorak bembira)...
Raising........
Setelah bersorak hati didalam, karena beban tugas terselesaikan, aku bergegas mandi dan bersiap kuliah. pikirku, hari itu akan menjadi hari yang menyenangkan karena aku telah terbebas dari tugas dan kerjaan. TAPI....Surprise,Surprise.................setelah aku mandi, berdandan rapi, dan siap cap cus ke kampus aku tertegun melihat si Meo2 kesayanganku pincang. "lah ini kenapa? perasaan baru service kemarin, lah ko gembes? Ugggggggggggggghhhhh" jengkel deh jadinya, mana ujian tinggal 5 menit lagi....GALAU mulai...akhirnya sebagai alternative terakhis aku sms ce-Z meminta tebengan. (Galau tertunda)
CLIMAx
puncak dari kegaluan hari itu adalah ujian Mr.D....liat soalnya langsung "Alhamdulillah yah aku nggak belajar"....simple aja sih soanlya tapi mikirnya bundet juga!!! apalagi kepikiran si Meo2 ku yang lagi sekarat tambah deh bundetnya. Keluar dari ruang ujian, terlihat muka-muka tema-teman yang sumringah, entah karena merasa sukses atau justru gejala stress.....DAN AKU MASIH GALAU..bukan karena ujian yang entah akan seperti apa hasilnya (yang penting sudah berusaha) tapi karena kepikiran si Meo2 ku tersayang "haruskah aku menuntun Meo2ku ke bengkel (MAlez deh)"
Resolution
Drrrrrrrttttttttttt.....'satu pesan diterima' isinya "Karokean yuk"......kaka ke-3 mengirimiku pesan singkat. Ide bagus juga, pikirku. Daripada jengkel, suntuk, stress, mending karaukean. 'ok' aku mengiyakan. setelah itu barulah aku semangat menuntun Meo2ku ke bengkel. setelah menunggu hampir sejam akhirnya si Meo2 kesayanganku pun sembuh total dan bisa menemaniku karokean.
Ending.....
Akhirnya karokean meski ngak bisa nyanyiin banyak lagu (maklum rame-rae jadi giliran deh), tapi puas liat orang stress teriak-teriak. setelah selesai, rasanya begitu plong galaunya tapi stress jadinya karena ndengerin orang teriak-teriak nyanyi gak jelas, satu lagi lapeeeerrrrrrr. Sebagai penutup akhirnya aku dan keponakan kaka ke-3 ku sepakat beli Burger dan berencana memakannya di tempat ice cream biasa. tapi seperti biasa tiga orang tiga kemauan, yang dua pengi berger yang satu pengin nasi, alhasil gak jadi es cream deh....dan solusi yang terakhir, biar adil GO TO THE RAILWAY makan disana sembari menikmati kereta lewat....
Banyak pelajaran berharga hari itu. pertama, mengontrol diri untuk tidak emosi saat endapat masalah, kedua mencari solusi dari masalah, ke tiga menikmati hidup selagi muda ternyata penting juga....

I Wanna be a Cloud

I see the rose can't stay red forever
as the white cloud changes to grey however
yes, black the rose is still a rose
dark the cloud will always be a cloud
yes, die the cloud will be the rain
yet, die the rose never leaves its scent

Spirit of today......


Inilah hari-hari dimana kesabaran, ketekunan, keseriusan, dan kegigihan seorang mahasiswa diuji. Inilah hari-hari dimana satu detik disetiap menitnya menjadi sangat berarti. Inilah hari-hari dimana buku-buku serasa burger, kertas-kertas serasa bakmi, laptop serasa roti tawar, dan huruf-huruf serasa meses yang bertaburan.
Semua tampak lezat...................................................tapi layaknya makanan capat saji, bukan gizi melainkan efek samping yang lebih tinggi. Cepat di sajikan, enak dimakan, tapi bikin keracunan...........

Go paper go.............

Galau....


Inilah saat-saat dimana aku merindukan kampung halaman. Rindu akan kasih sayang seorang ibu, ayah, dan adik. rindu akan kehangatan keluarga. Inilah saat kesepian, tiada satupun teman. Kemana mereka? entahlah, pastinya mereka punya dunianya sendiri. Inikah tandanya harus sudah mulai memikirkan 'pasangan'? Mungkin.

Hari ini mengingatkanku akan masa tiga tahun silam, saat pertama kalinya aku menginjakan kaki di kota gersang nan menawan ini, Jogja.Aku masih ingat betul betapa memelasnya diriku berjalan gontai menyusuri sepanjang jalan sekedar untuk melaihat kerumunan orang. Tujuannya? tentu agar merasa tidak sendirian. Melihat mereka yang beragam setidaknya memberi motifasi bahwa masih ada kehidupan disekitar, masih ada manusia meski tak saling mengenal. Ada mereka yang mungkin jauh lebih kesepian.

Hari ini aku mengulanginya meski agak sedikit berbeda. Jikalau dulu aku benar-benar berjalan kaki seperti gelandangan frustasi, hari ini setidaknya aku ditemani Meo2 ku, Si merah yang setia. Langkah pertamaku mengantarkanku ke fakultas. Satu-satunya tujuan jelas yang aku miliki hari ini. Berjalan di lorong kampus yang sepi, akhirnya aku putuskan untuk singgah di masjid. Bukan untuk beribadah, karena memang bukan waktunya, tapi menemui seseorang yang aku kenal, si Emo. Bersamanya sedikit membuatku tertawa. Lagi....setelah dia pergi akupun memutuskan untuk pergi ke perpustakaan, bermaksud mengerjakan tugas, tapi ujungnya palah makan dan klintungan nggak jelas kaya orang ilang. Frustasi dengan keadaan akhirnya aku memutuskan untuk singgah di sebuah ruang yang sejak tiga tahun yang lalu telah menjadi rumah keduaku. ruang kantor organisasi tempatku bernaung. Disanalah awal aku mendapat keceriaan yang tak pernah kurasakan, disanalah aku bertemu mereka-mereka yang menajubkan, disanalah aku banyak belajar, disanalah aku merasakan canda, tawa, duka, dan bahagia dalam persahabatan, disanalah aku menemukan keluarga ke2 tempatku berkeluh kesah, berbagi, dan mengasihi. Disana selalu ada saja orang-orang jenaka yang bisa membuatku tertawa. hari ini aku bertemu kaka ke-5, si gondrong yang suka bercanda. Untunglah aku mulai bisa belajar untuk kebal dengan segala macam candaannya. Bersama dia dan beberapa yang lainnya aku nimbrung numpang online sejenak, dan akhirnya blogging bareng ka gondrong sedikit menghilangkan kebete-anku.

Lapar...akhirnya aku memutuskan untuk pulang, makan, dan kemudian tanpa sadar terlelap tidur didiringi alunan musik dari si Nepy yang juga selalu setia. Begitu terbangun, bukan hilang semua galau, justru bertambah kian penat hanya dengan masalah lampu mati......tidak adakah stupun yang berinisiatif untuk mengganti? haruskah aku menggantinya untuk yang kedua kali?

Sudahlah..........hal yang menyenangkan hanyalah mencatat semuanya dalam blog ku ini.
Today.....

Aku ingin menata hati, yang tengah bergejolak tanpa arah yang pasti....sesekali seolah mulai pasti, tapi hanya dalam hitungan detik kadang goyah kembali. Aku sibuk mengartikan perasaanku sendiri, yang belum mampu kuyakini...

Hari yang istimewa, meski aku tak tau entah kenapa....yang aku rasakan hanya bahagia...
Entah sejak kapan novel2 rohani menjadi begitu menarik hingga membuatku terjaga untuk mengkhatamkannya. Dalam hatiku sungguh bahagia, tapi entah jauh di dasar sana ada yang lain yang membuatku gelisah.

How do I Love U

I love you like a Sunday
Keeping you as my day
since love you, no reason questioning Why...
Lanjutan kemarin lusa.....
kalau kemarin edisi hari sibuk ngampus, hari ini edisi GALAU!!!
Firasat akan galau lagi, dan lagi, memang sudah ada sejak kemarin, sejak mantengin jadwal UAS yang penuh coretan PAPER.....total ada 6 tugas take home....wawwwwwwwww aku pusing sendiri kalau ngliatnya.
Kenapa musti galau?
jelas lah galau gimana nyelesaiin tugasnya?. sebenarnya bukannya nggak di angsur tapi memang sama sekali belum ada inspirasi (inilah kalau ambil jurusan sastra) mood itu sangat menentukan isi tulisan.
GALAU ke 2: Galau cari kos2an
Salah satu penyakit anak kos di akhir tahun ajaran adalah deadline kos-kosan. Mau cari yang lebih bagus? Yang lebih mahal banyak!!!! dan akhirnya setelah muter2 sampe kepalaku ini pusing, alhasil nggak pindah juga.
Intinya....hari ini GALAU..