A fairy tale

A fairy tale.....
tells the lion loves the lamb
The deer loves the snail
the bird with the hen
A fairy tale....
the hero never loses fight the villain
addicted to the  heroin
he is the princes charming
A fairy tale....
wonder i, those are all  unreal

Twilight

Setelah sekian lama vakum meng-up-date blog, akhirnya pagi ini aku bisa membagikan ceritaku pagi ini dan hari-hari yang lalu.
The Story began after the community service, yup cerita ini berawal dari berakhirnya KKN tepat tanggal 9 September 2012. Akhirnya beban selama dua bulan itu pun berakhir, meski dengan ending yang kurang begitu memuaskan. Tapi setidaknya satu kewajiban kuliah terpenuhi. However, it means the most difficult thing in my study is waiting for me...Skripsi.
Sempat mengabaikan skripsi karena padatnya jadwal KKN, akhirnya aku pun bisa melanjutkan perjuangan mendapatkan dosen pembimbing. Dan akhirnya, Mr. D lah yang menjadi dosen pembimbingku, Alhamdulillah....selanjutnya, tepat tanggal 13 September pukul 14.00 bimbingan pertama untuk skripsiku pun terlaksana. Bimbingan pertamaku hari itu menjadi awal dari semua kegalauanku.Yup, galau karena ternyata segudang PR menantiku, mulai dari mengumpulkan data sampai mensorting data.
Sedikit cerita tentang skripsiku, aku mengambil film Twilight Saga sebagai objek penelitian dengan fokus analisis simbol. Sebelumnya tidak terfikir akan menjadi ribet, tapi ternyata....hmmmm dari bimbingan pertama saja aku sudah harus mengedit 1366 dialog film, membandingkan script dg dialog, mengcapture adegan-adegan penting, dan membaca 445 halaman buku panduan ilustrasi. Ternyata seperti ini toh skripsi itu.......
Dan semenjak hari itu pekerjaan utamaku adalah menonton Twilight, membaca buku Twilight, script Twilight, .......sampai pagi ini aku masih berjuang.

Selalu ada mereka di hatiku

Mengutip pendapat salah seorang temanku "Kebersamaan yang satu akan menghapus kebersamaan lainnya"...
Awalnya aku tidak begitu setuju, karena aku selalu berusaha untuk menjaga kebersamaan dengan orang-orang terdekatku. Aku tidak pernah melupakan mereka yang mengenalku terlebih dahulu setelah aku menemukan orang-orang baru. Tapi itu aku, aku tidak pernah menghapus kebersamaanku dengan mereka. Bagaimana dengan mereka? apakah mereka juga sepertiku? apakah mereka selalu mengingatku seperti aku yang selalu mengingat mereka? Apakah kebersamaan mereka dengan orang-orang baru tidak menghapus kebersamaannya denganku?
Mungkin pendapat temanku ada benarnya, , ,meski hati kecilku selalu menentangnya. Bagiku, semua yang pernah ada dalam hidupku akan tetap ada sampai kapan pun. Raga mungkin akan terpisah oleh ruang dan waktu, tapi jiwa semoga tetap terpaut padu.






 Untuk mereka yang dahulu, sekarang, dan esok akan tetap ada di hatiku.....:)

Ini hanyalah sepenggal kisah dalam cerita hidupku…….
The story of the deer and the snail
            Menjadi siapa aku? Certainly, I was the snail.  Then, who was the deer? Tentunya ‘dia’ yang akan selalu aku tulis dalam lebih dari sepertiga kisah ini. You may have one more question, what happened between me and the deer? Here, I told you the story.
          The story began two months ago. It was July 17, 2012 when I first came to my new home. Rumah itu bukan hanya rumah baru untukku, tapi juga untuk kesembilan temanku: Ahya, Iyan, Kriss, Dede, Paul, Ofi, Ana, Anis, dan Indri. Di sanalah kita akan tinggal selama dua bulan untuk satu tujuan, community service. Rumah itu bukan hanya akan menjadi rumah tinggal, tapi juga rumah untuk menimba ilmu pengetahuan. 
            I’ve still remembered that day, at the early evening when the sun faintly shining. I was sitting in the desk waiting for other coming. Aku masih bisa merasakan keraguan hatiku saat itu. Keraguanku akan banyak hal, akan tempat tinggal baruku, akan teman-teman baruku, dan akan perjalanan waktu yang harus aku tempuh. Tapi entah kenapa, sedikit demi sedikit keraguanku mulai pupus ketika melihat mereka datang menghampiriku dengan senyuman.  Hope they will be nice to me….
            “Assalamu’alaikum, maaf ya rada telat.” 
        That were Ana and Kriss coming. Aku merasakan tatapan hangat mereka yang sedikit-demi sedikit membangun keyakinanku untuk berada di sini. 
           “Wa’alaikum salam, nggak papa ko, aku juga belum lama. Yang lainnya mana?” Jawabku masih sedikit ragu.
            “Wah nggak tau ini, tadi Anes sama Ahya lagi ngambil kompor, Dede katanya agak telat, kalo Ofi ntar nyusul.”
            Selang beberapa lama, Ofi datang dengan muka masamnya, membuat keyakinanku yang mulai terbangun kembali runtuh.
            “Sebel, kenapa aku ditinggal? Aku kan belum hafal jalan,” omelnya menatap Kriss tajam.
         Hmmmmm….That was our first meeting which I would always remember. Their face, their smile, their words, and her anger would always be in my mind. Aku tidak akan pernah lupa wajah Ofi yang jengkel karena ditinggal Kriss, senyum Ana yang begitu hangat, dan tatapan Kriss yang acuh. Hari pertama itu benar-benar memperkebalkanku dengan banyak hal yang akan aku hadapi di rumah ini. Sekarang aku tak lagi tinggal sendiri, sanggupkah aku beradaptasi? Aku yang terbiasa sibuk dengan hidupku sendiri, aku yang terbiasa acuh, bisakah aku merubahnya di sini?
            The questions were answered as the days went on…..
To be continued….

The Lie

It's clear that you're not real
shining the dark earth when it should be rain
that's lie seems too boring
Yet still I can't stop this feeling
i've got the truth will end in pain
Yet warm his hand
seems guide me to the end


What you gonna do dear?

What you gonna do dear???
I got my feeling burns
Such rainbow no longer has its colors
Butterfly changes to cocoon sooner
I am afraid to wake up dear
Wondering such my worry happen

6 Hari di Kupreet House

Banyak cerita menarik yang terjadi selama 6 hari di lokasi KKN. Ada suka, ada duka, ada tangis, ada canda.
  • Cerita Home sick.....Home
    • Hom sick home dialami hampir semua anggota cewek, maklumlah cewek, kalo ada apa-apa ribet dikit ujung-ujungnya pulaaaaaaaaaaaaaaang. Beruntung, Jogja sleman gak sampe sejam jadi gampang deh buat ngobati home sick home nya.
  • Cerita Sup telor Pak Nt
    • Kata siapa cowok ngak bisa masak??? kata siapa juga kalo cewek yang harus masak??? Brrrr ini dia cerita seru saat salah satu penghuni cowok Kupreet house menuangkan imajinasinya dalam suatu masakan. Dari 5 cowok yang ada, dialah yang paling bersahabat dengan kita para wanita. Masak OK, Nyuci Siiip, Nyapu Keciiiil. Dialah Pak Nt. Imajinasi pertamanya dituangkan dalam sebuah masakan yang disebut Sop telor telaga cintrong.Dibuat dengan penuh rasa cinta terhadap seluruh anggota kelompok, rasanya menghipnotissssss (bikin merem melek).
  • Cerita Mandi yang Ter-pause
    •  Satu lagi tragedi kkn di 6 hari pertama...malang benar memang nasib mbak Dy yang telah 2 kali tertimpa tragedi serupa yaitu tragedi kehabisan air saat mandi...terpaksa deh mandinya harus ter-pause sesaat. Dia harus bertapa beberapa saat di kamar mandi menunggu air kembali mengalir. Seharusnya waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk luluran.
  • Cerita Pipis di toilet Pom
    • Lebih parah dari mandi yang ter-paus, anak-anak juga pernah mandi di pom jam 11 malem gara-gara tidak ada air....sugguh terlalu....

Sahur pertama di KKN

KKN oh KKN
I never expected about this before that i'll be starving here.....oh God, could i survive in such kind of situation.
Hot News......
Hari pertama tarawih dan sahur di lokasi kkn diwarnai dengan traedi kelaparan. Tragedi tersebut terjadi paska tarawih. Lima cewek anggongta kkn mealami kelaparan tingkat lanjut dikarenakan minimnya suplai makanan sebaai dampak dari minimnya waktu yang tersedia untuk memasak.
Tragedi tersebut diperparah dengan habisnya gas pada saat memasak. Alhasil kelaparan berlanjut hingga larutmalam. Beruntung, tragedi tea parsebut tidak memakan korban jiwa. Kelima cewek tersebut sepantasnya berterimakasih pada pahlawan kemalaman mereka (Pak ketua & Mr. Koki) yang telah berjuang untuk mendapatkan satu tabung gas di tengah malam sampai ke Perambanan. Alhamdulillah, akhirnya tragedi pertama kkn teratasi.

Terimakasih SPBA (ceritaku di KKN)

I got my new world and new family here......
Kemarin adalah hari pertamaku berada di lokasi KKN yang letaknya masih berada di sekitar Jogja. Yap, hari pertama selalu menjadi hari yang mendebarkan dan penuh tantangan karana apapun yang kita lakukan pertama sangat akan sangat menentukan apa yang kita lakukan dimasa mendatang. Hari pertamaku diisi dengan berbagai kegiatan baik kegiatan yang sifatnya personal atau rutinitas pribadi ataupun kegiatan kelompok yang memang sudah terjadwalkan. Banyak cerita menarik dan pelajaran berharga yang saya dapatkan kemarin....
Bangun pagi.......
Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan untuk selalu bangun pagi kemudian mulai menghadap pekerjaan di lapy, aku pun bangun pagi seperti biasa. Yang menarik adalah bagaimana aku merasa kebiasaanku sepertinya menjadi tidak lazim, karena di saat yang lain tertidur aku justru asik dengan duniaku sendiri. Ada perasaan khawatir kalau-kalau mereka terganggu dengan kebiasaanku, tapi aku yankin mereka bisa menghormati karakter setiap individu yang ada di kelompok.
Kompromi.......
Satu hal lagi yang aku pelajari di hari pertamaku, kompromi. Untuk hal ini aku sangat berterimakasih pada mereka-mereka (keluargaku) di SPBA yang telah mengajariku banyak hal salah satunya adalah kompromi. Kita harus bisa berkompromi dengan keadaan, tidak semua yang kita inginkan sama dengan apa yang diinginkan orang lain.
Trust......
Memang benar apa yg dikatakan salah satu teman di SPBA. dalam bekerja kita harus memberikan kepercayaan pada orang yang ditugasi hal tersebut. mungkin kita merasa lebih bisa, tapi bukan begitu yang namanya hidup bersama........

Aku berharap esok lebih menyenangkan...

Dia

Ingin aku melihatnya sekali saja......untuk memastikan dia baik-baik saja.

Belajar Nggambar Kartun Cibbie....

Cibbie tidur
Cibbie cat
Cibbie berjilbab

Cibbie merenung

Debat oh Debat

Kemarin, 10/7 aku diberi kesempatan mencoba kemampuanku mencetuskan ide dan gagasan, mengolahnya, dan memberi argumen untuk mendukungnya dalam kompetisi debat bahasa inggris. sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku mengikuti English Debate, tapi aku sudah vacum hampir empat tahun. mendengar namaku menjadi salah atu delegasi tentunya bukan hal yang mudah untuk memutuskan ya/tidak. tapi ditunjuk berarti dipercaya dan aku tidak mau menyia-nyiakannya.
Sama saja..
Awalnya aku pikir akan ada banyak sekali perbedaan antara University Debate dengan School Debate, tapi ternyata tidak ada perbedaan yang begitu signifikan. Lagi, awalnya aku juga berfikir lawanku akan jauh sekali kemampuannya dariku baik dari segi teknis ataupun materi ide, tapi ternyata sama saja yang beda hanyalah mereka lebih bisa mengembangkan argumen, mengorganisasinya sehingga dapat tersampaikan dengan baik. itulah poin yang harus aku pelajari.
Bertemu teman baru....
Kompetisi debat merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi karena  orang yang terlibat didalamnya pastilah orang-orang yang kritis, yang mempunyai ide-ide cermelang, dan pandai berdiplomasi. merekalah politikus-politikus dalam negara yang mereka buat sendiri. bertemu dengan para debaters unggulan merupakan suatu pengalaman yang berharga karena aku belajar bagaimana memunculkan ide, membangun pondasi ide, mengembangkan kerangka ide, dan menyempurnakan ide dengan memberikan argumen penguat yang relevan dan dapat diterima.
Belajar dari kekalahan..
meski belu mendapat hasil yang memuaskan, setidaknya aku banyak belajar bahwa tidak ada gunanya ide yag tidak diungkapkan. tidak ada gunanya kemampuan yang tidak diuji. setidaknya setelah ini saya lebih percaya diri bahwa saya mampu berada diantara mereka...

As i've promised you

As I’ve promised you,
Being the sun, even the moon
Dying in pain
Keeping the night, seeking the noon
I was still here, dear
Waiting for you to be closer
Seeking you on fear
As you’ve promised, dear
You’ll be here but never
As we’ve promised, dear
Under the moon, between the stars
An angel, has no tear
A guardian keeping the deep ocean
I’ve had the second here
A guardian of my tear
Will you drag me?
Or leave me forever?

Teman/ Sahabat......???


Siapa teman dan siapa sahabat?
Teman...........Bagiku, semua orang yang aku kenal dan mengenalku adalah teman-temanku. Mereka adalah orang-orang yang menyapaku saat bertemu. Mereka selalu pada pihak yang netral, tidak membenciku ataupun menyayangiku. Hubunganku dengan mereka hanyalah sebatas jalinan makhluk sosial yang saling membutuhkan. Mereka bukanlah orang-orang yang akan selalu mengingatku, tapi tidak pernah pula berusaha untuk melupakanku.
Sahabat........Mereka adalah orang-orang special ke-3 setelah keluarga dan pasangan hidupku.mereka bukan sekedar orang yang menyapaku saat bertemu, tapi mereka adalah orang yang selalu mengingat keberadaanku dan tidak pernah ingin melupakanku. Mereka peduli dan mau tau apa yang terjadi padaku meski tak selalu ada bersamaku. Mereka tidak selalu pada pihak yang netral, tidak juga selalu di pihakku. Tapi di pihak manapun mereka, mereka ingin yang terbaik untukku.

The True Note



I will never regret the timeevery single second Ive spent
The days left some years before
Now, I hope...will just drawn away.

Railway 3rd edition

Selalu seperti itu.............
Sama seperti episode-episode sebelumnya (railway 1 dan 2), cerita di railway yang ke-3 ini juga berawal dari kegalauan. Jika railway episode 1 terjadi karena kegalauan perayaan ulang tahun, episode ke-2 berawal dari kegalauan tugas kuliah, episode ke-3 ini berawal dari kegalauan ujian akhir semester.
Awal cerita.....
episede ke-3 ini dimulai saat aku membuka mataku dari tidur lelapku kemarin pagi (17/6). Hari itu aku memang sengaja bangun sedikit lebih awal (maklum, ujian) karena rencananya mau belajar buat ujian mata kuliah Mr.D, mata kuliah yang paling membuat semua mahasiswa dag-dig-dug-Duar....karena tidak bisa diprediksi. Alih-alih mau belajar, begitu menyalakan si Nepi coklat kesayangan, gubrakKKK......baru sadar tertulis di sticky note "Jangan lupa Terjemahan, dan Script..besok loh.." Aduh, langsung deh semangat belajar lenyap dan mulai galau. Alhasil aku hanya belajar dalam waktu limabelas menit (belum dikurangi mondar-mandir). Setelah itu, langsung deh tancap gas ngerjain terjemahan dan juga script. Dan akhirnya semua beban itu-pun beres!!!! Galau hilang seketika.....(dalam hati bersorak bembira)...
Raising........
Setelah bersorak hati didalam, karena beban tugas terselesaikan, aku bergegas mandi dan bersiap kuliah. pikirku, hari itu akan menjadi hari yang menyenangkan karena aku telah terbebas dari tugas dan kerjaan. TAPI....Surprise,Surprise.................setelah aku mandi, berdandan rapi, dan siap cap cus ke kampus aku tertegun melihat si Meo2 kesayanganku pincang. "lah ini kenapa? perasaan baru service kemarin, lah ko gembes? Ugggggggggggggghhhhh" jengkel deh jadinya, mana ujian tinggal 5 menit lagi....GALAU mulai...akhirnya sebagai alternative terakhis aku sms ce-Z meminta tebengan. (Galau tertunda)
CLIMAx
puncak dari kegaluan hari itu adalah ujian Mr.D....liat soalnya langsung "Alhamdulillah yah aku nggak belajar"....simple aja sih soanlya tapi mikirnya bundet juga!!! apalagi kepikiran si Meo2 ku yang lagi sekarat tambah deh bundetnya. Keluar dari ruang ujian, terlihat muka-muka tema-teman yang sumringah, entah karena merasa sukses atau justru gejala stress.....DAN AKU MASIH GALAU..bukan karena ujian yang entah akan seperti apa hasilnya (yang penting sudah berusaha) tapi karena kepikiran si Meo2 ku tersayang "haruskah aku menuntun Meo2ku ke bengkel (MAlez deh)"
Resolution
Drrrrrrrttttttttttt.....'satu pesan diterima' isinya "Karokean yuk"......kaka ke-3 mengirimiku pesan singkat. Ide bagus juga, pikirku. Daripada jengkel, suntuk, stress, mending karaukean. 'ok' aku mengiyakan. setelah itu barulah aku semangat menuntun Meo2ku ke bengkel. setelah menunggu hampir sejam akhirnya si Meo2 kesayanganku pun sembuh total dan bisa menemaniku karokean.
Ending.....
Akhirnya karokean meski ngak bisa nyanyiin banyak lagu (maklum rame-rae jadi giliran deh), tapi puas liat orang stress teriak-teriak. setelah selesai, rasanya begitu plong galaunya tapi stress jadinya karena ndengerin orang teriak-teriak nyanyi gak jelas, satu lagi lapeeeerrrrrrr. Sebagai penutup akhirnya aku dan keponakan kaka ke-3 ku sepakat beli Burger dan berencana memakannya di tempat ice cream biasa. tapi seperti biasa tiga orang tiga kemauan, yang dua pengi berger yang satu pengin nasi, alhasil gak jadi es cream deh....dan solusi yang terakhir, biar adil GO TO THE RAILWAY makan disana sembari menikmati kereta lewat....
Banyak pelajaran berharga hari itu. pertama, mengontrol diri untuk tidak emosi saat endapat masalah, kedua mencari solusi dari masalah, ke tiga menikmati hidup selagi muda ternyata penting juga....

I Wanna be a Cloud

I see the rose can't stay red forever
as the white cloud changes to grey however
yes, black the rose is still a rose
dark the cloud will always be a cloud
yes, die the cloud will be the rain
yet, die the rose never leaves its scent

Spirit of today......


Inilah hari-hari dimana kesabaran, ketekunan, keseriusan, dan kegigihan seorang mahasiswa diuji. Inilah hari-hari dimana satu detik disetiap menitnya menjadi sangat berarti. Inilah hari-hari dimana buku-buku serasa burger, kertas-kertas serasa bakmi, laptop serasa roti tawar, dan huruf-huruf serasa meses yang bertaburan.
Semua tampak lezat...................................................tapi layaknya makanan capat saji, bukan gizi melainkan efek samping yang lebih tinggi. Cepat di sajikan, enak dimakan, tapi bikin keracunan...........

Go paper go.............

Galau....


Inilah saat-saat dimana aku merindukan kampung halaman. Rindu akan kasih sayang seorang ibu, ayah, dan adik. rindu akan kehangatan keluarga. Inilah saat kesepian, tiada satupun teman. Kemana mereka? entahlah, pastinya mereka punya dunianya sendiri. Inikah tandanya harus sudah mulai memikirkan 'pasangan'? Mungkin.

Hari ini mengingatkanku akan masa tiga tahun silam, saat pertama kalinya aku menginjakan kaki di kota gersang nan menawan ini, Jogja.Aku masih ingat betul betapa memelasnya diriku berjalan gontai menyusuri sepanjang jalan sekedar untuk melaihat kerumunan orang. Tujuannya? tentu agar merasa tidak sendirian. Melihat mereka yang beragam setidaknya memberi motifasi bahwa masih ada kehidupan disekitar, masih ada manusia meski tak saling mengenal. Ada mereka yang mungkin jauh lebih kesepian.

Hari ini aku mengulanginya meski agak sedikit berbeda. Jikalau dulu aku benar-benar berjalan kaki seperti gelandangan frustasi, hari ini setidaknya aku ditemani Meo2 ku, Si merah yang setia. Langkah pertamaku mengantarkanku ke fakultas. Satu-satunya tujuan jelas yang aku miliki hari ini. Berjalan di lorong kampus yang sepi, akhirnya aku putuskan untuk singgah di masjid. Bukan untuk beribadah, karena memang bukan waktunya, tapi menemui seseorang yang aku kenal, si Emo. Bersamanya sedikit membuatku tertawa. Lagi....setelah dia pergi akupun memutuskan untuk pergi ke perpustakaan, bermaksud mengerjakan tugas, tapi ujungnya palah makan dan klintungan nggak jelas kaya orang ilang. Frustasi dengan keadaan akhirnya aku memutuskan untuk singgah di sebuah ruang yang sejak tiga tahun yang lalu telah menjadi rumah keduaku. ruang kantor organisasi tempatku bernaung. Disanalah awal aku mendapat keceriaan yang tak pernah kurasakan, disanalah aku bertemu mereka-mereka yang menajubkan, disanalah aku banyak belajar, disanalah aku merasakan canda, tawa, duka, dan bahagia dalam persahabatan, disanalah aku menemukan keluarga ke2 tempatku berkeluh kesah, berbagi, dan mengasihi. Disana selalu ada saja orang-orang jenaka yang bisa membuatku tertawa. hari ini aku bertemu kaka ke-5, si gondrong yang suka bercanda. Untunglah aku mulai bisa belajar untuk kebal dengan segala macam candaannya. Bersama dia dan beberapa yang lainnya aku nimbrung numpang online sejenak, dan akhirnya blogging bareng ka gondrong sedikit menghilangkan kebete-anku.

Lapar...akhirnya aku memutuskan untuk pulang, makan, dan kemudian tanpa sadar terlelap tidur didiringi alunan musik dari si Nepy yang juga selalu setia. Begitu terbangun, bukan hilang semua galau, justru bertambah kian penat hanya dengan masalah lampu mati......tidak adakah stupun yang berinisiatif untuk mengganti? haruskah aku menggantinya untuk yang kedua kali?

Sudahlah..........hal yang menyenangkan hanyalah mencatat semuanya dalam blog ku ini.
Today.....

Aku ingin menata hati, yang tengah bergejolak tanpa arah yang pasti....sesekali seolah mulai pasti, tapi hanya dalam hitungan detik kadang goyah kembali. Aku sibuk mengartikan perasaanku sendiri, yang belum mampu kuyakini...

Hari yang istimewa, meski aku tak tau entah kenapa....yang aku rasakan hanya bahagia...
Entah sejak kapan novel2 rohani menjadi begitu menarik hingga membuatku terjaga untuk mengkhatamkannya. Dalam hatiku sungguh bahagia, tapi entah jauh di dasar sana ada yang lain yang membuatku gelisah.

How do I Love U

I love you like a Sunday
Keeping you as my day
since love you, no reason questioning Why...
Lanjutan kemarin lusa.....
kalau kemarin edisi hari sibuk ngampus, hari ini edisi GALAU!!!
Firasat akan galau lagi, dan lagi, memang sudah ada sejak kemarin, sejak mantengin jadwal UAS yang penuh coretan PAPER.....total ada 6 tugas take home....wawwwwwwwww aku pusing sendiri kalau ngliatnya.
Kenapa musti galau?
jelas lah galau gimana nyelesaiin tugasnya?. sebenarnya bukannya nggak di angsur tapi memang sama sekali belum ada inspirasi (inilah kalau ambil jurusan sastra) mood itu sangat menentukan isi tulisan.
GALAU ke 2: Galau cari kos2an
Salah satu penyakit anak kos di akhir tahun ajaran adalah deadline kos-kosan. Mau cari yang lebih bagus? Yang lebih mahal banyak!!!! dan akhirnya setelah muter2 sampe kepalaku ini pusing, alhasil nggak pindah juga.
Intinya....hari ini GALAU..
Ceritaku hari ini..

Huft.....panazz, cuapek, pluss laper (selalu seperti ini). Yup hari kamis adalah hari paling menyiksa di semester ini. Salahku sendiri memang yang memaksakan mengambil lima mata kuliah dalam sehari (ambisi biar cepet wisuda). Alhasil, setiap kamis harus berangkat jam tujuh dan pulang jam lima sore (jadi anak SMA lagi). Parahnya, karena tidak ada alat masak (sebenernya malez juga kalo harus masak) dan belum ada warung makan yang buka juga, terpaksa deh perut ini dibiarkan kruyuk-kruyuk kelaparan.
Hari ini...
Mulai dari bangun pagi yang terlalu pagi, ngerjain tugas, terus mandi, dan sampai akhirnya berangkat kuliah, semuanya berjalan sebagaimana mestinya. Di kampus, barulah ceritaku hari ini dimulai. Di jam kuliah pertama, sebut aja kuliah LT, seperti biasa,duduk diam ngangguk-angguk, paham nggak, bingung iya. Nggak tau akunya yang terlalu bebal atau materinya yang nggak setipe sama otakku jadinya mental, sampe nggak satupun nyantol di ingatan. Di jam kuliah ke dua, sebut S, nggak ada bedanya juga, yang satu ini lebih parah, dari awal pertemuan sampai akhir, presentasiiiii terus. Dan di pertemuan yang terakhir ini, waw!!!! presentasi jadi kaya ajang 'take me out'. 13 presenter berjajar menerangkan materi (Sorry guys, bukan bermaksud tidak menghargai, tapi tadi tak sambi nggarap tugas). Dalam hati aku bertanya-tanya 'apa emang kaya gini yang namanya kuliah? apa cuma di sini yang kaya gini? apa akunya yang ekspektasinya berlebihan kali?' Whatever, semoga bukan yang pertama dan yang kedua. Next, jam ke tiga, jamnya P with Mrs A. Jam kuliah yang paling 'mengasyikan', dari mulai 'siap grak' buat ngrapihin tempat duduk, sampai 'duduk siap' untuk berkemas, rapi tertata (kaya anak TK). Tentang kuliahnya, no comment. And the last one, inilah jam kuliah yang paling abstrak, yang lain daripada yang lain, yang manfaat kuliahnya (katanya) hanya bisa dirasakan suatu saat nanti (masalahnya suatu saatnya kapan?). Kegiatannya? unique juga, barter kertas. Inilah kuliah dimanya metode pembelajaran 'mandiri' sukses diterapkan. Dan juga, inilah kuliah dimana selembar kertas menjadi sangat tinggi harganya. Dah lah.....nggak ada lagi kata-kata.
Dan akhirnya..................................setelah semua kegiatan yang membosankan itu, tibalah waktunya untuk Go home...
Thank to Mba Z, atas tebengannya....hehehe....Berhubung Meo2ku lagi dehidrasi jadi untuk sementara mungkin aku akan kembali menjadi pecinta bumi (pejalan kaki). Yah.. itung-itung ikut mengurangi polusi, dan juga komisi...(dalam hati biar ngirit).
Terimakasih juga buat Mba Na, Vt, Op, Lsd, dan Ch yang sudah tertawa bersamaku hari ini (kebetulan aja sekelas) :). 
Selanjutnya, ngapain yah?....(tunggu ceritanya esok!)
One Thing
March 29,2012

I tried to find one thing
the thing that i could never think
i wanted to search till the sun rising
but i died in the dawn with nothing
i remembered the day before i die
someone reminded me that everything lie
he asked me to go away
but i preferred to stay
he promised to tell me one day
if i  chose to go away
but the thing i wanted will run away 
if i missed that day
then there i preferred to stay 
Dear you ‘The Blue’
March 25, 2012 

Dear you...
The ‘Blue’ who never sees the ‘Red’ behind you
The ‘Blue’ who knows only the sky above you
‘Blue’, ‘Blue’, ...
Wait me standing next to you
The ‘Red’ who never gives up about you
Oh...‘Blue’, ’Blue’, ‘Blue’....
Watch me then when i am standing in front of you.
Remind me then, that i've ever stood behind you.
The straight way
 March 1, 2012

Never be trapped would she to be painful,
if she was just on her way, twist and turn.
But went straight may would be more wonderful.
As joy was rainbow when its colors burn,
dark, but more romantic and enjoyable.
As she was an innocent clodhopper,
though heaven was just for the pure people.
She worried to be blamed as a sinner.
She may didn’t remember in second.
Years passed only sitting with irony.
Joy she dreamed a lot couldn’t be mentioned
Helplessly waiting for the destiny
Pure, she now guessing to find the right way
When road no longer straight to run away 
If only we, because of us
February 23, 2012

if only I
if only you
if only she
if only they
if it just the way
He should go away.
because of me
because of you
because of her
because of them
because it has happened
He shouldn’t responsible

Wonderer
February 23, 2012

I hope the night just for all
The wonderer, seeker, and admirer
But the day, I hope just for me forever
Not a wanderer, just a little girl
Who never let the sun rest and recover
Today but not forever
Just till the shadow a bit darker
Till I become a wonderer

Conflict inside Feminists: Will Vs Pleasure



Feminism is not just critical theory to analyze a literary work, but it is mainly a women’s struggle to reveal the man domination in all aspects (Carter, 2006: 91). As what feminists movement focus on, in the field of literary criticism itself, the appearance of feminist theory is one of women’s resistances to men domination in literary field with their masculine theories. Here, as a theory of literary criticism, feminist theory is used to counter male’s theories by criticizing a literary work from women point of view.  That way, feminists try to show women existence in order to get equality before the law in all aspects as what they elaborate trough literary works.
       
Mona Lisa Smile, a movie by Mike Newell which takes the setting in 1950’s tells about Katherine Watson, a new history of art lecturer who just moves from California to Wellesley University, the most conservative University in America. Wellesley is the university where women can reach the same level of study as men, though there is still separation and distinction of major they can take – women are offered curriculum that make them attractive in marriage market. Hence, Watson is willing to be there not only to shuttle and teach the history of art, but mainly to make a difference.  She wants women movement to prosecute their right not only to get equality but similarity. In this movie, the raise of feminism is clearly shown.  What feminists actually want, and how they are questioning their own movement – an inside conflict of their own between their will against their pleasure.
Watson’s longing to make a difference in Wellesley is said by the narrator as she has tried to apply in the University for many times until she is accepted.  
BETTY. “All her life she had wanted to teach at Wellesley College. So when a position opened in the Art History department......she pursued it single-mindedly until she was hired.” (00:01:16,009 --> 00:01:26,480)


Moreover, after facing her students who are very cleaver and active, but monotone, especially after she meets four most vocal students in her class: Betty, Joan, canny, and Levy, she then understands clearly a circumstance that women in that University have been really dominated by male hegemony through the curriculum. They are studying in the University not to construct themselves, but to be constructed as what the social culture at that time which still exalted male hegemony – good women is what men say as a good ones. They are thought to cook, serve the meal, and master the art – all men needs. They are theoretically cleaver, mastering the syllabus, but those, for Watson, actually is not the main purpose of study. Study is not just mastering by memorizing, but understanding that is proved by creating.
Then, Watson begins to make difference. She begins to teach her students to think freely using their own ideas, and do what they want to be. When Watson comes with her new idea to make difference; they are firstly shocking, but then they accept her. Her way to make a difference seems work at the first time; her students learn themselves, they become more critical, and brave.
However, out of Watson notice, out of the school, curriculum, and syllabus, her students are actually facing the bigger problem – real men domination that she did not realize before. She does not realize that they live under tradition, and the difference she brings all breaks the role.  When the students know that she does not marry, students judge her as she against the nature – the role, students then ask the reason or the foundation of her idea.
BETTY. “One must pause to consider why Miss Katherine Watson... ...instructor in the Art History department......has decided to declare war  on the holy sacrament of marriage. Her subversive and political teachings encourage our Wellesley girls... ...to reject the roles they were born to fill.”(836- 840: 01:08:14,990 --> 01:08:32,966)

That is her big problem. From her students, she is then aware of one thing, the reason of her movement – women struggle to get free from men domination – which is still questioned. Is it her own reason or based on the fact that happens in the society?
However, out of the rejection of the students, they actually agree with the idea of Watson, but they are afraid to break the tradition. Betty, the girl who writes about her and judges her as the role breaker, is actually suffering men oppression in which she has to marry and her husband is busy with his job. Levy, is a girl whose parents divorced, and whose boy friend has affair. She definitely is disappointed of men. Canny has the same problem, her boy friend has affair with other girl.
Concerning the conflict of Betty, one of Watson students who againsts the equality of women and men at the first time, then she marries, but then decides to divorce because she does not get her husband’s loving care, Watson’s idea is true, that women should be free from men domination, everybody can choose wherever they want to be. Men cannot oppress women as they want. Women also has right to ask men.
However, a circumstance is felt differently by two different people. Seeing Joan who prefers to get married than continue her study as a lawyer because that what she wants, and she is happy with that, Watson is remained that equality or similarity that women struggle for trough their movement is just the matter of will that depend on the pleasure.  Joan decision to marry is her pleasure as what she says that she may regret for not being lawyer, but it will not much as she regret for not having a family.
JOAN. “I want a home, a family. It's not something I'll sacrifice.

WATSON.  No one's asking you to sacrifice that, Joan. I just want you to understand
that you can do both.

JOAN.  Think I'll wake up one day and regret not being a lawyer?

WATSON. “Yes, I'm afraid that you will.

JOAN. “Not as much as I'd regret not having a family. Not being there to raise them. I know exactly what I'm doing, and it doesn't make me any less smart. This must seem terrible to you.

WATSON. “ I didn't say that. L...

JOAN. “Sure you did. You always do.You stand in class and tell us to look beyond the image, but you don't. To you, a housewife is someone who sold her soul for a center hall colonial. She has no depth, no intellect, no interests. You're the one who said I could do anything I wanted. This is what I want”( 1109-1121:  01:31:40,328- -> 01:32:28,473).


Joan’s statement of Watson is true. Watson actually has not clearly understood about her own idea yet. She is not finding the way for all women, but for herself. She asks the student to do what they want, but she does not. She is actually aware that she needs men, that is proved when she loves her partner, but she tries to ignore her feeling because of her disappointment to her previous boy friend who leaves her after the war.

The term ‘pleasure’ and ‘will’ are two overlapping words. Will is mainly about how something or how someone  should be as constructed by people mind, so that will still can be explained logically, but pleasure is mainly about feeling which sometimes cannot be explained logically. The will is influenced by the socio-cultural context, it sometimes is in line with the self pleasure, but sometimes is not. Pleasure, on the other hand is part of instinct.
Betty’s will to divorce is because she does not get the pleasure of marriage, but Joan choice to stop her study and become household mother is her pleasure that brings her to happiness. So then, being feminist or not is only about choice.
In the movie, Watson finally prefers to ‘give up’ and leaves Wellesley after finding the truth beyond the tradition. However, she has succeeded to make a difference in their student’s mind about how women should think - free. She then let her students to chose which way is better for them. That is the picture of feminists’ movement, they are actually still a battle between women’s will and pleasure. 

 
Carter, David. Literary Theory. Great Britain: Pocket Essentials, 2006. Print.
History of Feminism Theory and Feminist Thought. International Takeout. 2012. Web. 26 October 2012 <http://www.intellectualtakeout.org/library/affirmative-action/history-feminism-theory-feminist-thought>
Wilma van der Veen, E., Ph.D.. Feminist Theories. 2006. Web. 27 October 2012