Ini hanyalah sepenggal kisah dalam cerita hidupku…….
The story of the deer and the snail
            Menjadi siapa aku? Certainly, I was the snail.  Then, who was the deer? Tentunya ‘dia’ yang akan selalu aku tulis dalam lebih dari sepertiga kisah ini. You may have one more question, what happened between me and the deer? Here, I told you the story.
          The story began two months ago. It was July 17, 2012 when I first came to my new home. Rumah itu bukan hanya rumah baru untukku, tapi juga untuk kesembilan temanku: Ahya, Iyan, Kriss, Dede, Paul, Ofi, Ana, Anis, dan Indri. Di sanalah kita akan tinggal selama dua bulan untuk satu tujuan, community service. Rumah itu bukan hanya akan menjadi rumah tinggal, tapi juga rumah untuk menimba ilmu pengetahuan. 
            I’ve still remembered that day, at the early evening when the sun faintly shining. I was sitting in the desk waiting for other coming. Aku masih bisa merasakan keraguan hatiku saat itu. Keraguanku akan banyak hal, akan tempat tinggal baruku, akan teman-teman baruku, dan akan perjalanan waktu yang harus aku tempuh. Tapi entah kenapa, sedikit demi sedikit keraguanku mulai pupus ketika melihat mereka datang menghampiriku dengan senyuman.  Hope they will be nice to me….
            “Assalamu’alaikum, maaf ya rada telat.” 
        That were Ana and Kriss coming. Aku merasakan tatapan hangat mereka yang sedikit-demi sedikit membangun keyakinanku untuk berada di sini. 
           “Wa’alaikum salam, nggak papa ko, aku juga belum lama. Yang lainnya mana?” Jawabku masih sedikit ragu.
            “Wah nggak tau ini, tadi Anes sama Ahya lagi ngambil kompor, Dede katanya agak telat, kalo Ofi ntar nyusul.”
            Selang beberapa lama, Ofi datang dengan muka masamnya, membuat keyakinanku yang mulai terbangun kembali runtuh.
            “Sebel, kenapa aku ditinggal? Aku kan belum hafal jalan,” omelnya menatap Kriss tajam.
         Hmmmmm….That was our first meeting which I would always remember. Their face, their smile, their words, and her anger would always be in my mind. Aku tidak akan pernah lupa wajah Ofi yang jengkel karena ditinggal Kriss, senyum Ana yang begitu hangat, dan tatapan Kriss yang acuh. Hari pertama itu benar-benar memperkebalkanku dengan banyak hal yang akan aku hadapi di rumah ini. Sekarang aku tak lagi tinggal sendiri, sanggupkah aku beradaptasi? Aku yang terbiasa sibuk dengan hidupku sendiri, aku yang terbiasa acuh, bisakah aku merubahnya di sini?
            The questions were answered as the days went on…..
To be continued….

1 comments:

Post a Comment

Leave a comment guys....so that i can improve myself.